Pekerjaan saya hilang digantikan AI

Muhammad Wafa
Muhammad Wafa
Link copied!
Pekerjaan saya hilang digantikan AI
Photo by Mohamed Nohassi on Unsplash

Satu hal yang menjadi ketakutan banyak orang saat ini adalah bahwa pekerjaan mereka akan hilang dalam setahun. Tetapi, apakah itu benar? Dan sebenarnya, ke mana dunia bergerak?

Dua minggu terakhir saya telah intensif menggunakan AI sebagai coding partner yang mengerjakan jauh lebih banyak dan lebih baik dibandingkan seorang engineer lulusan baru. Tentunya dengan biaya yang lebih terjangkau. Bagi banyak orang yang pesimis bahwa pekerjaan kita sebagai programmer akan hilang, ketakutan seperti itu wajar untuk ada.

Tapi di sisi lain, kita harus mengerti bahwa dalam berbagai disruption teknologi dan revolusi industri, justru lebih banyak lowongan pekerjaan tercipta dibandingkan yang hilang. Sekarang, apa strategi kita untuk menghadapi semua ini yang sudah ada di depan mata dan tidak lagi bisa dipungkiri bahwa AI adalah bagian dari industri saat ini.

Saya yakin setiap perusahaan akan menggunakan AI, mungkin skala kecil atau bahkan sangat besar. Hal-hal yang dulu sulit dibayangkan, kini bisa dibuat dalam sekejap. Dengan AI, saya membuat sebuah webhosting management custom dengan fitur yang lengkap seperti background job, auto backup, dan masih banyak lagi. Semua itu bisa dibuat dalam seminggu dengan AI.

Mungkin sekarang yang hilang bukan pekerjaannya, tapi sebenarnya esensi bekerja itu sendiri. Untuk bisa tetap bertahan di gelombang AI yang luar biasa, kita perlu tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh AI.

AI sebenarnya hanya melakukan apa yang berpola, karena AI mendeteksi pola.

"Jika kamu melakukan hal yang sama sebanyak 3 kali, kali ke-4 akan digantikan oleh AI."

Mungkin orang juga berpikir bahwa untuk tidak tergantikan AI, kita harus bekerja fisik. Tapi tunggu dulu, tahun ini adalah kebangkitan dari humanoid robot yang mulai bisa menggantikan pekerjaan fisik.

Masih adakah ruang untuk orang bekerja?

Mungkin bekerja seperti yang kita bayangkan kini sudah tertinggal. Dengan AI kita bisa membuat hampir apa pun.

Kita harus mendengarkan apa yang dikatakan oleh para pendiri AI, bahwa AI sebenarnya bukan menggantikan melainkan mengakselerasi. Suatu saat pekerjaan memang akan hilang, maka AI mempercepat prosesnya. Begitu pula bagaimana AI mempercepat pekerjaan kita. Sepertinya kita sudah tidak boleh lagi menganggap AI sebagai saingan, melainkan sebagai partner.

Masa depan orang akan berlomba membuat ide-ide yang akan dieksekusi oleh AI. Sekarang, pertanyaannya adalah pekerjaan apa yang bisa kamu percepat dengan AI.

Jadi, daripada takut dengan AI, kita seharusnya mulai belajar menggunakannya sebagai alat untuk mempercepat visi kita. Setiap orang memiliki ide unik yang tidak bisa digantikan oleh mesin. Tugas kita adalah mengasah kemampuan berinovasi dan kreativitas, lalu membiarkan AI menangani eksekusi. Dengan mindset ini, kita tidak hanya bertahan tetapi juga menjadi lebih produktif dan bernilai di pasar kerja.

Perjalanan transformasi digital ini baru saja dimulai, dan peluang masih sangat terbuka lebar bagi mereka yang berani mengambil langkah. Jangan tanyakan lagi apakah AI akan mengambil pekerjaanmu, tetapi mulai tanyakan: "Bagaimana AI bisa membantu saya mewujudkan impian saya lebih cepat?" Itulah pertanyaan yang akan membedakan mereka yang tertinggal dengan mereka yang memimpin di era baru ini.


Artikel Lain yang Patut Dibaca

Lanjutkan menjelajahi topik yang relevan